1️⃣ Jika Dilakukan Terus Menerus
• Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata,
لاَ صَغِيْرَةَ مَعَ الْاِسْتِمْرَارَ وَلاَ كَبِيْرَةَ مَعَ الْاِسْتِغْفَارِ
"Tidak ada dosa kecil apabila dilakukan dengan cara terus-menerus, dan juga tidak ada dosa besar apabila ia diiringi dengan istighfar".
(Al-Baihaqi di dalam asy-Syu’ab no. 7150)
2️⃣ Jika Menganggap Remeh Dosa
• Al-Fudhail bin 'Iyaadh رحمه الله berkata, "Setiap kali engkau menganggap kecil suatu dosa, niscaya ia akan menjadi besar di sisi Allah, dan sebaliknya setiap kali engkau menganggap besarnya suatu dosa, maka ia pun akan menjadi kecil di sisi Allah".
(Dzammul Hawa hal 184)
3️⃣ Jika Diceritakan Pada Orang Lain
• Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافىً إِلاَّ الْمُجَاهِرِيْنَ ، وَ إِنَّ مِنَ الْمُجَاهِرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ، ثُمَّ يُصْبِحَ وَ قَدْ سَتَرَهُ اللهُ فَيَقُوْلَ : يَا فُلاَنُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كذَا وَ كَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَ يُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَنْهُ
"Setiap umatku itu akan mendapatkan ampunan, kecuali 'Al-Mujaahiriin'. Dan yang termasuk dari al-Mujaahiriin adalah seseorang yang telah berbuat (dosa) di malam hari, lantas pada pagi harinya dia "menceritakannya", padahal Allah Ta'ala telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, 'Wahai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu'. Sebenarnya pada malam harinya Rabbnya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi di pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah".
(HR. Bukhari no. 6069, dan Muslim no. 2990, hadits Abu Hurairah)
4️⃣ Merasa Gembira Dengan Dosa
Merasa gembira dengan dosa menyebabkan pelakunya tidak bertaubat, dan akan terus menerus melakukannya, bahkan saat ia terluput dari dosa, ia akan merasa sedih.
• Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
من سرَّتْه حسنتُه ، و ساءتْه سيِّئَتُه ، فهو مؤمنٌ
"Barangsiapa yang merasa gembira oleh perbuatan baiknya, dan juga merasa sedih oleh perbuatan jeleknya, berarti ia adalah mukmin".
(HR. Ath-Thabraani, Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 6294)
5️⃣ Jika Dosanya Ditiru Orang Lain
• Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda (yang artinya),
"Barangsiapa melakukan suatu amalan kejelekan, lantas diamalkan oleh orang sesudahnya, maka dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun".
(HR. Muslim no. 1017, hadits dari Jariir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu)
• Asy-Syaikh As-Sa'dy رحمه الله berkata,
فالغفلة ينشأ عنها الذنب الصغير، ثم ينشأ عنه الذنب الكبير، ثم ينشأ عنها أنواع البدع والكفر وغير ذلك
"Kelalaian hati akan memunculkan dosa kecil, lalu muncullah darinya dosa besar, lalu muncullah darinya berbagai macam bid’ah, kekafiran, dan selainnya".
(Taisiirul Kariimir Rahman hal 45)
✒️Ustadz Najmi Umar Bakkar حفظه الله تعالى
Telegram : https://telegram.me/najmiumar
Instagram : @najmiumar_official
Youtube : najmi umar official
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







