Saya sangat mengetahui bagaimana bermain dengan logika secara saya lulusan sarjana Hukum dan sekarang lagi mengambil ilmu Psikologi, dan logika harus dicampakkan ketika berhadapan dengan Syariat.
Sekarang mari kita bermain dengan logika sedikit.
Ketika seseorang mengucapkan "SELAMAT ANDA LULUS", berarti dia mengakui kebenaran orang yang diucapkan selamat itu telah lulus.
Ketika seseorang mengucapkan "SELAMAT ATAS KELAHIRAN ANAK KALIAN", berarti dia mengakui kebenaran yang orang diucapkan selamat itu telah memiliki anak.
Maka ketika seseorang mengucapkan SELAMAT NATAL yang sama dengan HARI LAHIRNYA ALLAH (TUHAN ANAK bagi Katholik) atau HARI LAHIRNYA ANAK ALLAH (Protestan), MAKA berarti dia mengakui kebenaran ajaran kafir "Allah itu dilahirkan atau Allah memiliki anak", dan bagi Muslim atau yang mengaku Muslim mana saja yang mengakui kebenaran ajaran Kafir, maka sesungguhnya telah batal keislamannya.
JADI NGGA ADA YANG NAMANYA SEKEDAR MENGUCAPKAN TANPA KEYAKINAN.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. DIA TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULA DIPERANAKKAN. serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al Ikhlas [112] : 1-4)
Atha bin Yussuf / Atharasyid Nugraha
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







