Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah

Wali Allah

Wali Allah atau Wali Setan?
Bismillah...

Orang yang mempelajari alquran dan assunnah dengan pemahaman yang benar, tidak mudah dikelabui oleh orang-orang yang mengaku wali Allah. Kenapa demikian? Karena mereka ada standardisasi ukurannya, siapa wali Allah dan siapa wali setan. 

Sebaliknya orang-orang awam, mudah sekali tertipu dan terkelabui. Sampai orang gila pun dianggap wali. Orang yang tidak shalat, orang yang tidak pernah mandi, pelaku bid'ah, pelaku syirik, ahlul hisap wa candu, ahlul gitar wa gendang dan yang sejenisnya dikatakan wali, percaya saja. 

Berkata Al Lajnah Ad Daimah (Majlis Fatwanya Saudi) :

أولياء الله هم المؤمنون المتقون، كما قال تعالى: ﴿أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ﴾[يونس: 62- 63]، 

Wali-wali Allah itu adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman :

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (Surah Yunus 62-63).

والإيمان والتقوى هما العمل بطاعة الله ورسوله -صلى الله عليه وسلم-، واجتناب ما نهى الله عنه ورسوله من البدع والخرافات والشركيات.

Iman dan Takwa, keduanya beramal dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam. Menjauhi apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya melarang darinya. Seperti amalan bid'ah, khurafat-khurafat (tahayul) dan kesyirikan-kesyirikan

وأولياء الشيطان هم أتباعه من المشركين والمخرفين والمبتدعة، الذين يميتون السنن ويحيون البدع والمخالفات

Dan wali-wali setan itu adalah mereka yang mengikuti sebagian orang-orang musyrik, orang-orang khurafat dan orang-orang ahlul bid'ah. Yaitu orang-orang yang mematikan sunnah sunnah, menghidupkan bid'ah-bid'ah dan para pembangkang

 قال تعالى: ﴿إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ﴾[ النحل: 100]، فما كل من ادعى الولاية أو ادعيت له يكون كذلك، حتى يكون موحدا لله، عاملا بكتاب الله وسنة رسوله، مجانبا للشرك والبدع. اللجنة الدائمة (2/433-434) 

Allah Ta'ala berfirman :

Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (Surah An Nahl 100).

Maka tidaklah setiap orang yang mengaku wali atau mengklaim baginya memiliki (sifat) seperti wali, sampai dia mentauhidkan Allah dan beramal dengan kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya, menjauhi kesyirikan dan bid'ah bid'ah. (Al Lajnah Ad Daimah 2/433-434).


https://www.facebook.com/903924823277358/posts/pfbid0wTmoUdd82mHSGD9dxAoGWzjk5pNBd1bLCRYaCHxUrvxDbd2a9UFdKp3uXB64XJtzl/


AFM

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts