Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah

Kabut Beracun Itu Bernama Valentine's Day

Bismillah...

14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada orang-orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yang menyatakan kepada kekasihnya..

Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan ”Be my Valentine” (Jadilah Valentine-ku) atau sama artinya “Jadilah Kekasihku”.

Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan. Jika kita masuk toko buku atau semisalnya di bulan Februari, akan tampak rak-rak yang berjajar berisikan beragam kartu ucapan Valentine’s Day. Tak mau kalah, toko-toko souvenir pun mulai menjajakan aneka kado bertema Valentine’s Day. Mall dan supermarket juga menghias seluruh ruangan dengan warna-warna pink dan biru lembut, dengan hiasan-hiasan berbentuk hati dan pita di mana-mana. Hampir semua media cetak dan elektronik pun jadi penggesa program misterius ini..

Dengan berfikir sedikit saja kita dapat mengetahui bahwa perayaan ‘aneh’ ini tidak lepas dari trik bisnis para pengusaha tempat hiburan, pengusaha hotel, perangkai bunga, dan lainnya. Akhirnya jadilah perayaan Valentine sebagai perayaan bisnis yang bermuara pada perusakan akidah dan akhlak pemuda Islam (khususnya).. 

Saatnya kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang sudah kita lakukan dalam penyelamatan generasi penerus kita..


✒️Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi حفظه الله تعالى

 

🌐 http://abusalma.net/2009/02/13/kabut-beracun-itu-bernama-valentine’s-day/


•════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═════•


👥 WAG Al-Wasathiyah Wal-I'tidāl

✉ TG :  https://t.me/alwasathiyah

🌐 Blog : alwasathiyah.com

‌🇫 FB : fb.com/wasathiyah

📹 Youtube : http://bit.ly/abusalmatube

📷 IG : instagram.com/alwasathiyah

🔊 Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts