Terkutip kalimat Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid -hafidzahullah- dalam sebuah khutbah Jum'at:
تصحيح النية يشق على النفس
"Meluruskan Niat [mengikhlaskan hati] adalah memberatkan jiwa"
Karena itulah, para salafus salih, meskipun mereka adalah orang-orang salih, meluruskan niat tetap menjadi sesuatu yang begitu berat. Dan tersebab upaya keras mereka dalam memurnikan tujuan di hati, Allah hibahkan pada mereka kesalihan kalbu dan amalan.
Hati-hati yang sembuh dari cedera adalah hati-hati yang berusaha diobati oleh empunya; hingga Allah mudahkan baginya dalam mengikhlaskan niat.
Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah pernah mengakui:
ما عالجت شيئاً أشد عليَّ من نيتي
"Tidaklah aku mengobati sesuatu yang terberat bagiku kecuali [mengobati] niatku."
Ada seorang ulama berkata tentang dirinya:
اثنتان أنا أعالجهما منذ ثلاثين سنة: ترك الطمع فيما بيني وبين الناس، وإخلاص العمل لله عز وجل
"Dua hal yang aku [berupaya] obatinya semenjak atau selama 30 tahun:
1. Meninggalkan ketamakan [materi] antara aku dan manusia
2. Ikhlas dalam beramal semata karena dan untuk Allah Azza wa Jalla."
https://www.instagram.com/p/CoLeWQ6BMuA/?igshid=MDM4ZDc5MmU=
===========================
✒ Ditulis oleh : Ustadz Hasan al Jaizy
Web : www.hasanaljaizy.com
IG : @hasanaljaizyofficial
FB : Hasan Al Jaizy
Youtube : Hasan Al Jaizy
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







