Bismillah...
Sendiri itu tidak selalu berarti hampa dan sepi..
Tatkala tak ada seorangpun yang mendampingi, ada Allah ar-Rafiq yang selalu mengawasi dan membersamai..
Ada jiwa, hati, raga dan emosi yang Allah beri agar senantiasa mengikuti..
Bertemanlah dengan dirimu maka kau takkan pernah merasa sepi..
Berdamailah dengan jiwamu maka kau 'kan tenang dalam sepi..
Kenalilah dirimu kau kan lebih memahami. Fahami dirimu, kan lebih mawas dan sayang diri..
Dengan menyayangi diri kau kan berupaya merawat dan menjaga diri..
Menjaga diri dari maksiat yang merupakan aniaya terhadap diri sendiri..
Menjaga hati dari kotoran agar tetap selalu suci..
Menjaga raga dengan menggunakannya dalam ketaatan kepada ilahi..
Membangun sadar bahwa Allah al-Qowi yang menguatkan diri ini..
Menghasung jiwa agar selalu berupaya mendekat kepada Allah al-Mu'thi, sehingga dimanapun aku berada, kujadikan semuanya bak 'surga duniawi', sebagai anak tangga surga ukhrawi..
Sebagaimana taushiyah Ibnu Taimiyah yang membuat jiwa termotivasi, "Segala apa yang dilakukan musuh-musuh kepadaku, sungguh surgaku ada di dalam hatiku, tamanku berada di dalam dadaku, kemanapun aku pergi ia selalu membersamaiku tak mau terpisah dariku. Sunggu dipenjaranya diriku adalah kholwah-ku (bersepi kepada Allah), dibunuhnya diriku adalah syahidku, dan diusirnya diriku dari negeriku adalah tamasyaku".
๐ฌ From short video :
"Sendiri Tidaklah Selalu Berarti Sepi"
Ustadz Abu Salma Muhammad
๐ https://www.instagram.com/reel/Cor-s3WtCYa/?igshid=MDJmNzVkMjY=
โณู₰✍
✿❁࿐❁✿
@alwasathiyah
๐ฅ WAG Al-Wasathiyah Wal-I'tidฤl
✉ Telegram: https://t.me/alwasathiyah
๐ Blog : alwasathiyah.com
๐ซ Facebook : fb.com/wasathiyah
๐น Youtube : http://bit.ly/abusalmatube
๐ท Instagram : instagram.com/alwasathiyah
๐ Mixlr : mixlr.com/abusalmamuhammad
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







