Pertanyaan 01
Adakah amalan khusus dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah..? Bagaimana dengan mengucapkan tahniah "Selamat Tahun Baru"..?
Syaikh Prof. DR. Anis Thahir menjawab:
Tidak ada amalan khusus dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah.
Kami wasiatkan agar setiap muslim menjauhi segala bentuk ibadah yang tidak ada sumbernya dari Rasulullah -shallallahu alaihi wassalam-.
Apalagi telah kita ketahui bersama bahwa ibadah dalam islam sifatnya tauqifiyah*.
Mengkhususkan sesuatu sehingga terlihat seolah-olah sunnah bukanlah sunnah.
Terkait ucapan selamat tahun baru, ini justru merupakan bentuk tasyabbuh dengan orang-orang kafir, dimana mereka memperingati pergantian tahun Masehi dan mengucapkan hal yang sama.
Namun bila seseorang mengatakan pada dirinya,
"Ditahun yang lalu saya banyak melakukan kekurangan, ketaatan saya minim, semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemaren". Maka hal ini tidak masalah.
Begitu juga apabila seseorang mengucapkan pada orang lain, "Semoga tahun ini lebih baik atau yang semisalnya" maka hal tersebut tidak masaalah.
Namun mengkhususkan lafadz tahniah (ucapan selamat) tertentu layaknya pada hari Ied maka ini tidak diperbolehkan guna menghindari tasyabbuh.
Begitu juga tidak boleh mengkhususkan malam tahun baru hijriah dengan ibadah tertentu.
Kemudian saya juga mewasiatkan kepada kaum muslimin untuk banyak-banyak muhasabah.
Sahabat Umar bin Khottob -radhiallahu anhu- mengatakan, "Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab".
Sadarilah bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya.
Wallahu a'lam.
* Tauqifiyah: Sesuatu yang ditetapkan berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah
____________
Madinah 1 Muharram 1437 H
ACT El-Gharantaly
Oleh Al-Ustâdz Aan Chandra Thalib El-Gharantaly Hafizhahullâh
------------------------------
> Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link
> Gabung dalam WAGroup Kajian ISLAMADINA >>> Click https://chat.whatsapp.com/FB3g1yPEv2DD2SfoqwVCyv
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







