Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ . فَقِيلَ كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ الْمَوْتِ .
“Jika Allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba maka dia akan mempekerjakan/menggunakannya”,
beliau ditanya, “Bagaimana Allah akan mempekerjakannya, wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”,
beliau menjawab: “Allah akan memberinya petunjuk untuk beramal shalih sebelum meninggal”.[1]
Salah satu amal shalih adalah berdakwah , mengurus dan memikirkan dakwah.
Sudahkan kita bekerja untuk dakwah?
Sudahkah kita menggunakan nikmat ini untuk berdakwah?
Sudahkah kita memikirkan bagaimana saudara kita mendapatkan nikmatnya beribadah?
Merasakan manisnya iman? Sudahkah kita memikirkan bagaimana nasib kaum muslimin?
Yang tertindas, yang membutuhkan pertolongan?
Yang membutuhkan ilmu agama?
Atau kita sekedar hidup “mengalir saja”? bagaimana kita hanya kerja, makan, minum tidur, mencari uang, kemudian menikmati harta dan wanita kemudian mati?
Jika hanya itu saja, Bukankah orang kafir juga seperti itu?
📗Sumber: https://muslimafiyah.com/sudahkah-allah-mempekerjakan-anda.html
✍️ Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.
------------------------------
> Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link
> Gabung dalam WAGroup Kajian ISLAMADINA >>> https://chat.whatsapp.com/HdziGSljjeu7mXYdPxEDu8
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







