Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah

Hukum Memilih Pemimpin Negara Dalam Islam

Hukum Memilih Pemimpin Negara Dalam Islam
Bismillah...

Pertanyaan:

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, berhubungan dengan pemilu presiden yang sudah dekat. Jika nanti pemimpin yang kita pilih ternyata adalah seorang pemimpin yang dzalim, apakah kita juga mendapatkan dosa-dosa dari kedzaliman pemimpin yang kita pilih?

(Ditanyakan oleh ABN0518_ALDI_Lampung)

✅ Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh, Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Pertanyaan ini dijawab:

» Kalau pemerintah pilihan kita tidak menerapkan hukum Allah Ta’ala apakah kita akan mendapatkan dosa dari perbuatan mereka ?

» Kalau pemerintah pilihan kita tidak memakai sistem khilafah apakah kita akan mendapatkan dosa dari perbuatan mereka ?

» Kalau pemerintah pilihan kita tidak menghapuskan bank-bank riba apakah kita akan mendapatkan dosa dari perbuatan mereka?

» Kalau pemerintah pilihan kita tidak menutup pabrik rokok apakah kita akan mendapatkan dosa dari perbuatan mereka ?

Jawabnya tidak, selama kita sudah berusaha menghindari keburukan semampunya, memilih keburukan yang paling minimal, jika ternyata keliru maka itu di luar kemampuan kita. 

Karena memang tidak ada pemimpin yang maksum tanpa salah sama sekali.

Dan karena manusia tidak memikul beban dosa yang dilakukan oleh orang lain.

Dan karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Kewajiban kita adalah memperbaiki diri kita, keluarga dan masyarakat kemudian mendoakan kebaikan bagi pemerintah kita.

Imam Ibnu Abil Izz Al-Hanafi mengatakan :

أما لزوم طاعتهم وإن جاروا ، فلأنه يترتب على الخروج من طاعتهم من المفاسد أضعاف ما يحصل من جورهم ، بل في الصبر على جورهم تكفير السيئات ومضاعفة الأجور ، فإن الله تعالى ما سلطهم علينا إلا لفساد أعمالنا ، والجزاء من جنس العمل ، فعلينا الاجتهاد في الاستغفار والتوبة وإصلاح العمل . قال تعالى : وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفو عن كثير [ الشورى : 30 ] . وقال تعالى : أولما أصابتكم مصيبة قد أصبتم مثليها قلتم أنى هذا قل هو من عند أنفسكم [ آل عمران : 165 ] وقال تعالى : ما أصابك من حسنة فمن الله وما أصابك من سيئة فمن نفسك [ النساء : 79 ] . وقال تعالى : وكذلك نولي بعض الظالمين بعضا بما كانوا يكسبون [ الأنعام : 129 ] . فإذا أراد الرعية أن يتخلصوا من ظلم الأمير الظالم ، فليتركوا الظلم .

Adapun kewajiban menaati para penguasa walaupun mereka zhalim, maka dikarenakan dengan keluar dari ketaatan terhadap mereka akan menimbulkan kerusakan-kerusakan yang lebih besar daripada kerusakan yang terjadi karena kezholiman mereka.

Bahkan dengan bersabar menghadapi kezhaliman mereka, akan menghapus kesalahan-kesalahan seseorang dikarenakan tidaklah Allah Ta’ala menguasakan mereka atas kita melainkan karena rusaknya amalan-amalan kita.

Dan balasan tentunya sesuai dengan amalan, maka wajib bagi kita bersungguh-sungguh dalam beristighfar dan mentarbiyyah (diri-diri kita dan keluarga kita di atas islam yang benar) serta memperbaiki amalan (kita).

Allah Ta’ala berfirman:

Demikianlah Kami menguasakan sebagian orang-orang yang zholim atas sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka perbuat“. (QS Al ‘Ankabut : 129).

Jika rakyat ingin terbebas dari kezaliman, hendaknya mereka meninggalkan kezaliman.

_________________

(Syarah Aqidah Ath-Thahawiyyah : 2/543).

Wallohu A’lam, Wabillahittaufiq.


Dijawab dengan ringkas oleh: 👤 Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله


_Baca selengkapnya:_ https://bimbinganislam.com/hukum-memilih-pemimpin-negara-dalam-islam/


🟩 Silahkan disebarkan. Materi ini di repost ulang oleh Group Kajian WA ISLAMADINA ▶️ Admin 0811106811 


Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

------------------------------

> Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link

> Gabung dalam WAGroup Kajian ISLAMADINA >>> https://chat.whatsapp.com/JnqiVOnUo7ZD2BE0YULzLL

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts