Ilmu Syar’i adalah cahaya penerang bagi kehidupan seorang hamba di dunia menuju ke alam akhirat.
Maka, barangsiapa menuntut ilmu syar’i dengan niat ikhlas karena Allah dan dengan tujuan agar meraih keridhoan-Nya semata, niscaya ia tidak akan berhenti dan merasa bosan dari menuntut ilmu syar’i sebelum kematian menjemputnya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِينُ
“Beribadahlah engkau kepada Allah hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr)
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena dan Tinta (untuk mencatat hadits dan faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia.
Maka Ada seseorang yang bertanya kepadanya:
“Sampai kapankah engkau berbuat demikian?”
Beliau jawab:
“Hingga aku masuk ke liang kubur.”
(Lihat Manaaqibu Ahmad, karya Ibnul Jauzi hal.31, dan Talbiisu Ibliis, karya Ibnul Jauzi hal.400)
Beliau juga pernah berkata:
"Aku akan terus-menerus menuntut ilmu agama sampai aku masuk ke liang kubur.”
(Lihat Syarofu Ashhaabi Al-Hadiits, karya Al-Khothib Al-Baghdadi hal.136)
Abu Ja’far Ath-Thobari rahimahullah menjelang wafatnya berkata:
“Sepantasnya bagi seorang hamba agar tidak meninggalkan (kewajiban) menuntut ilmu agama sampai ia mati.”
(Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir di dlm Tarikh Dimasyqo juz.52 hal.199. Lihat pula Al-Jaliisu Ash-Shoolih karya Al-Mu’afi bin Zakariya III/222)
Ada seseorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarok (ulama tabi’in) rahimahullah:
“Sampai kapan engkau menulis (mempelajari) hadits?”
Beliau jawab:
“Selagi masih ada kalimat bermanfaat yang belum aku catat.”
(Lihat Al-Jaami’ Li Akhlaaqi Ar-Roowi, karya Al-Khothib Al-Baghdadi IV/419)
Oleh: Ustadz Muhammad Wasitho Lc
Sumber http://www.salamdakwah.com/artikel/1307-wajib-belajar-ilmu-agama-sampai-mati
------------------------------
> Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link
> Gabung dalam WAGroup Kajian ISLAMADINA >>> Click https://chat.whatsapp.com/JnqiVOnUo7ZD2BE0YULzLL
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







