Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah

Syarat Diterimanya Ibadah

Syarat Diterimanya Ibadah
Bismillah...

✅ Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.” [Al-Kahfi: 110]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan makna ayat yang mulia ini,

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ أَيْ: ثَوَابَهُ وَجَزَاءَهُ الصَّالِحَ، {فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا}، مَا كَانَ مُوَافِقًا لِشَرْعِ اللَّهِ {وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} وَهُوَ الَّذِي يُرَادُ بِهِ وَجْهُ اللَّهِ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَهَذَانَ رُكْنَا الْعَمَلِ الْمُتَقَبَّلِ. لَا بُدَّ أَنْ يَكُونَ خَالِصًا لِلَّهِ، صوابُا عَلَى شَرِيعَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, yaitu pahala dan balasannya yang baik.

➡ Maka hendaklah ia beramal shalih, yaitu amalan yang sesuai syari’at Allah subhanahu wa ta'ala.

➡ Dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya, yaitu ibadah yang ikhlas, hanya mengharap wajah Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya.

✅ Inilah dua rukun amal yang diterima, yaitu:

➡ Ikhlas karena Allah ta’ala

➡ Sesuai syari’at Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam.”

[Tafsir Ibnu Katsir, 5/205]

✅ Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah seluruhnya sepakat, tidak ada perbedaan pendapat bahwa inilah dua syarat diterimanya ibadah:

➡ Pertama: Ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala.

➡ Kedua: Mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

[Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah karya Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah, hal. 115]

✅ Bahkan keduanya adalah pondasi agama Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَدِينُ الْإِسْلَامِ مَبْنِيٌّ عَلَى أَصْلَيْنِ، عَلَى أَنْ لَا نَعْبُدَ إلَّا اللَّهَ، وَأَنْ نَعْبُدَهُ بِمَا شَرَعَ، لَا نَعْبُدُهُ بِالْبِدَعِ

Agama Islam tegak diatas dua pondasi;

➡ (Pertama): Kita tidak boleh beribadah kecuali kepada Allah ta’ala,

➡ (Kedua): Kita beribadah kepada-Nya dengan apa yang Dia syari’atkan, bukan dengan bid’ah-bid’ah.

[Al-Fatawa Al-Kubro, 1/206]


Ustadz Sofyan Ruray


Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/640190879463731:0


Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

------------------------------

> Follow Instagram https://instagram.com/kajianislamadina?utm_medium=copy_link

> Gabung dalam WAGroup Kajian ISLAMADINA >>> https://chat.whatsapp.com/JnqiVOnUo7ZD2BE0YULzLL

===============================

Wallahu a'lam bishawab.

Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].

Jazaakumullahu khairan.


Share:

Popular Posts