Jangan pernah salahkan jilbabku, hanya karena akhlakku kurang bagus..
Kalian tidak pernah tau bagaimana aku berjuang menyesuaikan antara keduanya..
Jangan pernah mencopot hijabmu dengan alasan kamu belum mampu berbuat baik..
Bukankah kamu tidak akan mencopot lidah kamu dengan alasan belum mampu berkata baik?
Bukankah kita tetap wajib shalat, puasa, zakat, menuntut ilmu meskipun akhlak kita belum baik?
Kenapa memandang buruk kepada kewajiban agama ketika akhlaklah yang jadi masalahnya?
Tetaplah berhijab dan teruslah memperbaiki diri..
Allah tidak akan menanyakan perkataan orang lain kepadamu, tapi Allah akan menanyakan tanggungjawab atas kewajiban agama yang diperintahkan kepadamu..
Luruskan niat, berdo'a dan teruslah memperbaiki diri, istiqomah meniti jalan Illahi Rabbi..
Tanpa tapi, tanpa nanti..
Semoga Allah merahmati..
"SIKAP BURUK"
Jangan “judge” mereka yang sudah berhijab namun masih berakhlak buruk..
Karena semua perbaikan diri butuh proses.
Apalagi perbaikan akhlak..
Perbaikan akhlak butuh waktu seumur hidup dan setiap orang punya kesulitan berbeda-beda dalam prosesnya..
Maka hargailah ia yang sudah berusaha taat dengan menutup aurat dengan hijabnya..
Dan do'akanlah agar akhlaknya Allah jaga dan Allah beri kemudahan dalam memperbaikinya..
Bukan malah mempertanyakan hijabnya sebab buruk akhlaknya, karena keduanya berbeda..
Syeikh Maulana Saad pernah ditanya, “Kenapa masih ada saudara kita yang sudah memperbaiki diri begitu lama tapi beberapa sikap buruknya masih saja ada?".
Beliaupun menjawab, "Bersabarlah menghadapi mereka , sikap buruk itu seperti asap dari api kayu yang terbakar, walaupun nyala apinya telah sirna, tapi asap hitamnya terkadang masih ada..
Apabila engkau terlanjur berbuat dosa, maka jangan engkau putus asa menggapai istiqomah kepada Rabb-mu karena boleh jadi, itulah dosa terakhir yang ditakdirkan Allah untukmu".
(Syaikh Ibn 'Atha'illah)
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







