Kita memang bukan penentu Surga Dan Neraka seseorang. Tugas kita hanya menjelaskan hukum-hukum-Nya yang jika ditaati adalah jalan menuju Surga, adapun jika dilanggar maka jalan menuju Neraka.
Jika telah menjelaskan hukum, namun masih dibilang
"Siapa anda ? Anda bukan penentu Surga Dan Neraka seseorang !"
Lantas apa fungsinya Allah Azza Wa Jalla menurunkan hukum-Nya dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskannya, kemudian diuraikan oleh Para Ulama kemudian kita jelaskan dan sampaikan kepada orang yang membutuhkan ? Berkacalah.
Ketahuilah ! Peringatan itu hanya berfungsi kepada orang yang beriman (mukmin), selain dari itu maka tanyakan lagi kepada diri sendiri dimana letak keimanannya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَّذَكِّرْ فَاِ نَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin." (QS. Az-Zariyat [51] : 55)
Keimanan itu bukan hanya sekedar beriman bahwa Allah Sang Pencipta dan Pemberi Rezeki dalam hati dan lisan namun juga harus dibarengi menjalankan konsekuensinya dalam pengamalan anggota tubuh yaitu menaati segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena Pengakuan Rububiyah-Nya itu berkonsekuensi menegakkan Hak Uluhiyah-Nya.
Menaati perintah Allah artinya menjalankan rukun Islam dan amalan yg di sunnahkan.
Menjauhi larangan Allah artinya tidak berbuat syirik, bid'ah dan maksiat.
Kalau masih belum paham, belajar lagi perkara Tauhid dari dasar lagi.
Atha bin Yussuf
===============================
Wallahu a'lam bishawab.
Silakan disebarluaskan tanpa mengubah isinya dan dengan tetap menyertakan sumber, semoga menjadi ladang amal kebaikan untuk kita. “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya“. [HR Muslim, 3509].
Jazaakumullahu khairan.







